afdcommunity

Dari Kita Untuk Indonesia

MENGAMALKAN (KEMBALI) BUTIR-BUTIR PANCASILA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA

Image

OLEH : ARIEF FERDIANSYAH

Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta: pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.

Lima sendi utama penyusun Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan tercantum pada paragraf ke-4 Preambule (Pembukaan) Undang-undang Dasar 1945.

Meskipun terjadi perubahan kandungan dan urutan lima sila Pancasila yang berlangsung dalam beberapa tahap selama masa perumusan Pancasila pada tahun 1945, tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila.

Pada tanggal 30 September 1965, terjadi insiden yang dinamakan Gerakan 30 September (G30S). Insiden ini sendiri masih menjadi perdebatan di tengah lingkungan akademisi mengenai siapa penggiatnya dan apa motif dibelakangnya. Akan tetapi otoritas militer dan kelompok reliji terbesar saat itu menyebarkan kabar bahwa insiden tersebut merupakan usaha PKI mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi komunis, untuk membubarkan Partai Komunis Indonesia dan membenarkan peristiwa Pembantaian di Indonesia 1965–1966.

Pemerintah Orde Baru kemudian menetapkan 30 September sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September G30S dan tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila.

Ketetapan MPR no.II/MPR/1978 tentang Ekaprasetia Pancakarsa menjabarkan kelima asas dalam Pancasila menjadi 36 butir pengamalan sebagai pedoman praktis bagi pelaksanaan Pancasila.Kemudian Tap MPR ini dicabut dengan TAP MPR no.I/MPR/2003 dengan 45 butir Pancasila. Tidak pernah dipublikasikan kajian mengenai apakah butir-butir ini benar-benar diamalkan dalam keseharian warga Indonesia.

            Meski telah dicabut,akan tetapi kalau kita mau melihat dan mencermati isi dari butir-butir pancasila tersebut masih sangat relevan untuk diamalkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

            Saat ini semakin jauh rakyat serta penyelenggara negara melaksanakan dan mengamalkan butir-butir Pancasila,bahkan seakan-akan seperti ditinggalkan akibat dari adanya ketetapan MPR yang mencabut pedoman pelaksanaan Pancasila ini.Dari kondisi yang terjadi saat ini, mari kita lihat penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dalam kehidupan  berbangsa dan bernegara.

            Mulai tumbuh sikap intoleransi dan penistaan terhadap agama di tengah masyarakat,memaksakan agama terhadap orang lain walaupun dilakukan secara eksplisit dan tersamar.Hal ini tentu bertentangan dengan butir-butir sila Ketuhanan Yang maha Esa pada Pancasila.

 

            Selain itu juga muncul sikap semena-mena terhadap sesama manusia,hilangnya sikap saling menghormati sesama manusia,cenderung memaksakan Hak daripada melaksanakan Kewajiban sebagai warganegara,hilangnya nilai-nilai kemanusiaan dalam masyarakat,perdagangan manusia (trafficking),serta hilangnya sikap tepo seliro (tenggang rasa) dalam bermasyarakat.Ini tentunya bertentangan dengan butir sila kedua Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab.

            Semakin lunturnya sikap persatuan dan kesatuan dikarenakan lebih mementingkan kepentingan kelompok dan golongan di atas kepentingan bangsa dan negara,lebih berharap pamrih daripada sukarela demi bangsa dan negara,hilangnya rasa bangga dan cinta sebagai bangsa Indonesia,serta lunturnya sikap gotong royong dan kebersamaan dalam bermasyarakat.

            Lebih mengutamakan ego kelompok atau golongan dalam menentukan sikap daripada mengutamakan sikap musyawarah dan mufakat demi kepentingan bangsa dan negara,tidak berbesar hati dan ikhlas dalam menerima dan melaksanakan keputusan bersama yang dianggap tidak memihak kepada kelompok atau golongan,tidak adil dan bijaksana dalam menentukan sikap,tidak peduli dengan masyarakat yang kurang mampu,bermewah-mewah ditengah penderitaan rakyat,merugikan orang lain dalam bertindak dan berbuat serta berlaku curang terhadap orang lain.Kesemua sikap tersebut di atas jelas-jelas sangat bertentangan dengan sikap-sikap seorang Pancasilais sejati.

            Demi untuk menghilangkan penyimpangan-penyimpangan yang terjadi, akan lebih baik apabila kita sebagai warganegara mau mengamalkan (kembali) butir-butir yang terkandung dalam sila-sila dari Pancasila tersebut walau sudah tidak menjadi sebuah ketetapan negara,namun dapat kita dijadikan sebuah konvensi dalam bertindak dan berperilaku.

            Adalah sebuah sikap kesatria dan patriot bangsa sejati apabila kita mampu mengemban dan mengamalkan amanat dari Pancasila dalam melakukan kehidupan berbangsa dan bernegara.

            Seorang warganegara yang baik adalah warganegara yang amanah,bijaksana,adil,rela berkorban dan peduli dengan sesama serta menjunjung tinggi sikap tenggang rasa terhadap oarang lain.Apabila semua ini dilakukan oleh semua masyarakat dan penyelenggara negara, bukan tidak mungkin bangsa ini akan kembali bangkit menuju kesejahteraan dan kemakmuran seperti yang dicita-citakan dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

            Sudah menjadi kewajiban bagi kita semua sebagai warganegara untuk mewujudkan cita-cita tersebut demi kemajuan dan kebanggaan negara Indonesia yang berdaulat dan bermartabat.

            Terlebih lagi bangsa ini akan memasuki pelaksanaan PEMILU legislatif dan PEMILU Presiden 2014 .Adalah menjadi kewajiban bagi setiap warganegara yang ingin menjadi calon anggota dewan dan menjadi Presiden untuk mengamalkan butir-butir Pancasila, sehingga pada saat mereka terpilih nanti dan bertugas, mereka akan bertindak dan berbuat sesuai dengan yang diamanatkan oleh Pancasila, jauh dari korupsi,lebih mementingkan rakyat daripada kelompok atau golongannya,adil, berkorban untuk rakyat dan negara,bijaksana dalam bertindak,dan amanah dengan janji-janji yang diucapkan.(afd)       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 3, 2012 by .
%d bloggers like this: